Kasus Influenza A H3N2 Meningkat, Kadinkes Depok Devi Maryori Ingatkan Warga Pakai Masker

Dinkes Kota Depok mengimbau masyarakat untuk menerapkan PHBS, menggunakan masker, serta tidak sembarangan mengonsumsi antibiotik dalam menghadapi lonjakan Influenza A H3N2.

XxlMfTEzKBYiE3kFFpym7aWq3spz1A6Qv7GCFhFs

Foto: Ilustrasi

LensaDepok – Kasus penyebaran virus Influenza A dilaporkan tengah mengalami peningkatan di berbagai wilayah di Indonesia. Langkah kewaspadaan ini menyusul pengumuman resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) terkait peningkatan temuan kasus Influenza A subtipe H3N2 subclade K.

Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan dini di tingkat lokal, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan diri serta lingkungan.

Kepala Dinkes Kota Depok, Devi Maryori, meminta warga yang sedang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, atau sakit tenggorokan untuk selalu mengenakan masker saat berada di sekitar orang lain.

“Kami menyarankan warga yang merasa kurang sehat untuk beristirahat di rumah serta membatasi kegiatan di sekolah, tempat kerja, maupun pertemuan umum,” ujar Devi pada Jumat (25/09/26).

Penerapan PHBS dan Larangan Sembarangan Minum Obat

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah ini mencakup penerapan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut menggunakan tisu atau lipatan siku, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir.

Selain itu, Devi mengimbau masyarakat untuk menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan dan menghindari kerumunan di ruang tertutup jika memungkinkan.

“Juga tidak berbagi alat pribadi dengan orang sakit, serta mencukupi cairan, mengonsumsi makanan bergizi, dan beristirahat cukup,” jelasnya.

Lebih lanjut, Devi menekankan pentingnya edukasi obat. Ia mengingatkan warga agar tidak sembarangan mengonsumsi obat jenis antibiotik maupun antivirus tanpa adanya petunjuk dan resep dari tenaga kesehatan.

“Masyarakat diharapkan segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas atau demam tinggi yang tidak kunjung reda,” tutup Devi.