Hujan Datang, PMI Depok Setop Distribusi Air Bersih Terdampak Kekeringan
PMI Kota Depok menghentikan sementara penyaluran air bersih gratis setelah menyalurkan 118 ribu liter air kepada 1.948 KK terdampak kekeringan di lima kecamatan.
Foto: Dok. PMI
LensaDepok – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok menghentikan sementara aktivitas pendistribusian air bersih bagi warga yang sebelumnya terdampak kekeringan. Penghentian layanan tanggap darurat ini dilakukan seiring telah mulainya memasuki musim hujan di wilayah Kota Depok.
Kepala Markas PMI Kota Depok, Imron Maulana, mengatakan bahwa selama masa penyaluran yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 20 September 2026, PMI Kota Depok telah mendistribusikan total sebanyak 118 ribu liter air bersih kepada 1.948 Kepala Keluarga (KK) atau mencakup 7.458 jiwa penerima manfaat.
“Untuk penyaluran air bersih ini mencakup lima kecamatan, yaitu Beji, Cipayung, Sawangan, Bojongsari, dan Limo. Dari lima kecamatan tersebut, ada beberapa kelurahan yang sudah kami jangkau,” ujar Imron pada Jumat (02/10/26).
Jangkau 5 Kecamatan dan Kerja Sama Tirta Asasta
Imron menjelaskan, wilayah yang telah berhasil dijangkau meliputi Kelurahan Kemiri Muka, Cipayung Jaya, Bedahan, Bojongsari Lama, Limo, Sawangan Baru, Curug, Ratujaya, Sawangan, Bojong Pondok Terong, Sawangan Lama, serta Duren Mekar.
Proses pendistribusian air bersih dilakukan menggunakan truk tangki armada milik PMI dengan kapasitas 4.000 liter. Di beberapa lokasi rawan, PMI juga menyalurkan pasokan hingga 6.000 liter air bersih sesuai dengan tingkat kebutuhan warga setempat.
“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, PMI Kota Depok bekerja sama dengan PT Tirta Asasta Depok (Perseroda). Dalam pendistribusian kemarin, kami bersama PT Tirta Asasta memberikan air bersih secara gratis kepada masyarakat,” ungkap Imron.
Ia menegaskan, penghentian pasokan air bersih ini bersifat sementara selama musim hujan berlangsung, dan siap dibuka kembali jika terdapat wilayah yang membutuhkan penanganan darurat.
“Dengan sudah masuknya musim hujan, untuk saat ini distribusi air bersih kami hentikan. Jika nanti dibutuhkan kembali, tentu akan kami tindak lanjuti,” tandas Imron.
