Targetkan Jadi Kota Pelopor RAD PE, Pemkot Depok dan Wahid Foundation Sosialisasi Pencegahan Ekstremisme

Pemkot Depok berkolaborasi dengan Wahid Foundation dan Yayasan Inklusif menggelar sosialisasi RAN PE dan perancangan RAD PE 2026-2029 untuk cegah radikalisme.

osikUcO8AVSbTFKkiIyIecEucsjM7tArOySrRRGR

Foto: Dok. Nur Aprida Sani/Diskominfo Depok

LensaDepok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama Yayasan Wahid Foundation dan Yayasan Inklusif menggelar sosialisasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Tahun 2026–2029 di Aula Perpustakaan Umum Kota Depok pada Rabu (07/10/26).

Kegiatan strategis ini menjadi salah satu langkah nyata untuk memperkuat sinergi pencegahan terhadap potensi radikalisme, terorisme, intoleransi, serta penyebaran paham ekstremisme di tengah lingkungan masyarakat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Depok, Dudi Mi’raz Imaduddin, menyampaikan betapa pentingnya pelaksanaan program RAN PE di Kota Depok secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara kolaboratif, terutama dalam membentengi anak-anak muda dan masyarakat umum.

Ia menjelaskan bahwa langkah preventif selama ini telah konsisten berjalan melalui pemberian edukasi bahaya radikalisme di lingkungan sekolah maupun pemukiman warga.

“Dan Bapak-Ibu ketahui juga, kita sudah melakukan langkah-langkah preventif kepada adik-adik kita, kepada anak didik kita maupun ke lingkungan untuk senantiasa menyampaikan bahayanya radikalisme, terorisme, intoleransi, dan seterusnya,” ujar Dudi.

Tantangan Dunia Digital dan Target Kota Pelopor RAD PE

Selain edukasi tatap muka, Dudi juga menyoroti laju perkembangan dunia digital yang kini menjadi tantangan berat dalam mitigasi ekstremisme. Menurutnya, meski pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berulang kali memblokir situs-situs radikal, konten berbahaya masih kerap muncul kembali dengan tampilan baru.

“Dan dunia maya, seperti kita ketahui hari-hari ini, mungkin Komdigi sudah berapa kali mematikan ataupun memblokir web yang berbahaya, tetap saja akan muncul lagi yang berikutnya,” tutur Dudi.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat dapat terus ditingkatkan demi menciptakan iklim masyarakat Depok yang damai dan toleran.

“Mudah-mudahan acara ini bisa memberikan kontribusi tadi sebagaimana kita harapkan bagi Kota Depok,” tambah Dudi.

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Wahid Foundation, Siti Kholisoh, menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menginstruksikan penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) PE jangka waktu 2026–2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2021. RAD PE tersebut nantinya memuat rincian aksi konkret daerah dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan.

“Kita mengawali sosialisasi ini karena ingin Kota Depok sebagai kota pertama untuk bersama-sama merancang RAN PE dan RAD PE,” pungkas Siti Kholisoh.