20 Siswa Alami Pusing dan Diare, BPOM Uji Sampel Susu MBG dari SPPG Bojong Pondok Terong 4

Dinkes Kota Depok menindaklanjuti dugaan gangguan kesehatan 20 penerima MBG usai mengonsumsi susu kemasan dengan mengirim sampel ke laboratorium BPOM Jabar.

0BvQ7cHQxka6H5F45Ne833ClMcv5YQfQAPxn9clv

Foto: Dok. Diskominfo Depok

LensaDepok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah mengonsumsi susu kemasan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipayung Bojong Pondok Terong 4.

Langkah penanganan tersebut dilakukan dengan mengambil sampel susu kemasan terkait untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Devi Maryori, mengatakan bahwa sampel susu kemasan tersebut telah diambil langsung oleh pihak BPOM pada Senin (12/10/26) lalu untuk selanjutnya diperiksa di fasilitas BPOM di Bandung.

“Kami sudah berkoordinasi dan menindaklanjuti laporan orang tua murid dan guru mengenai keluhan kesehatan yang dialami sejumlah penerima MBG setelah mengonsumsi susu,” jelas Devi pada Jumat (16/10/26).

Pemeriksaan BPOM dan Peningkatan Jumlah Korban

Terkait jumlah warga yang terdampak, Devi menyebutkan bahwa berdasarkan pendataan dan laporan awal, semula terdapat 12 penerima MBG yang mengalami keluhan medis. Namun, setelah tim kesehatan melakukan penelusuran lebih lanjut di lapangan, jumlah korban bertambah menjadi 20 orang.

Adapun keluhan kesehatan yang dilaporkan secara seragam oleh para korban di antaranya adalah rasa pusing dan diare tak lama setelah mengonsumsi susu kemasan tersebut.

Hingga saat ini, pihak Dinkes Kota Depok masih memantau perkembangan kondisi kesehatan para korban sembari menunggu hasil resmi uji klinis dari pihak berwenang.

“Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui kondisi dan keamanan susu yang dikonsumsi para penerima MBG ini,” tutup Devi.