Cegah Penyakit Sejak Dini, RSUD ASA Depok Edukasi Pelajar SMPN 16 Batasi Makanan Instan dan Gorengan
RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA) Kota Depok memberikan edukasi pentingnya pola gizi seimbang dan imbauan membatasi makanan instan kepada siswa SMPN 16 Depok.
Foto : Dok. RSUD ASA Depok
LensaDepok – Kebiasaan mengonsumsi makanan instan, gorengan, serta makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) perlu mulai dikurangi sejak usia sekolah. Hal tersebut menjadi perhatian utama RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA) Kota Depok melalui pemberian edukasi mengenai pentingnya penerapan pola gizi seimbang kepada para pelajar.
Edukasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Penyuluhan Kesehatan Sekolah yang berlangsung di SMPN 16 Depok pada pertengahan September 2026 lalu. Mengangkat tema “Gizi Seimbang dan Konsumsi Makanan Sehat”, kegiatan ini mengajak para siswa untuk lebih memahami kebutuhan gizi tubuh sekaligus membiasakan diri memilih makanan yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Direktur RSUD ASA Kota Depok, Indriati, mengatakan bahwa pemahaman mengenai gizi harus ditanamkan sejak usia sekolah. Sebab, pada masa pertumbuhan, para pelajar membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan beragam untuk menunjang aktivitas fisik serta proses belajar di sekolah.
“Anak-anak perlu mengetahui makanan apa saja yang dibutuhkan tubuh. Gizi seimbang bukan hanya soal makan sampai kenyang, tetapi bagaimana makanan yang dikonsumsi memenuhi kebutuhan tubuh,” ujar Indriati pada Rabu (30/09/26).
Edukasi Piringku dan Imbauan Bawa Bekal Sehat
Dalam sesi penyuluhan tersebut, para siswa dikenalkan dengan berbagai unsur gizi penting, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral. Selain asupan makanan, mereka juga diingatkan akan pentingnya menjaga kebersihan diri, rutin beraktivitas fisik, dan mencukupi kebutuhan air putih harian.
Indriati menjelaskan, pemenuhan gizi yang baik berpengaruh langsung terhadap kecerdasan dan konsentrasi belajar siswa. Sebaliknya, kekurangan maupun kelebihan gizi dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang anak.
“Kalau kebutuhan gizinya terpenuhi, anak-anak bisa lebih sehat, punya energi untuk beraktivitas dan lebih berkonsentrasi saat belajar. Karena itu, asupan makanan sehari-hari perlu diperhatikan,” terangnya.
Para siswa juga diajak untuk lebih bijak dalam memilih jajanan di sekolah. Konsumsi makanan cepat saji, gorengan, serta jajanan manis perlu dibatasi secara ketat. Sebagai gantinya, siswa dianjurkan untuk membawa bekal makanan dari rumah dengan komposisi gizi yang seimbang.
“Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi makanan tinggi gula, garam, dan lemak perlu dibatasi. Anak-anak bisa mulai membiasakan membawa bekal yang lebih beragam, ada karbohidrat, lauk, sayur, buah, dan air putih,” tutur Indriati.
Melalui program penyuluhan ini, RSUD ASA Depok berharap pola hidup sehat yang telah disampaikan dapat dipraktikkan secara konsisten oleh para siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
“Kami berharap anak-anak bisa menerapkan apa yang sudah disampaikan dalam kesehariannya. Dengan pola akan yang lebih sehat dan seimbang, mereka bisa tumbuh dengan baik dan tetap memiliki energi untuk belajar maupun beraktivitas,” pungkas Indriati.
