Dukung Program KIA, RSUD KiSA Depok Gelar Workshop Kewaspadaan Maternal dan Neonatal

RSUD KiSA Kota Depok menggelar Workshop Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KMN) guna meningkatkan kompetensi nakes dan memperkuat rujukan puskesmas.

hbPx1tvfxZbo7yCZNcgVfhWwr0NYBjdYPgUU4Gxm

Foto: Dok. Humas RSUD KiSA Depok

LensaDepok – RSUD Khidmat Sehat Afiat (KiSA) Kota Depok terus mengasah kesiapsiagaan para tenaga kesehatan (nakes) dalam menangani kondisi kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir melalui gelaran Workshop Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KMN) pada Rabu (30/09/26).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung C Lantai 4 RSUD KiSA Kota Depok tersebut menjadi bagian penting dari komitmen mendukung Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), khususnya dalam meningkatkan kejelian serta keterampilan nakes mengenali dan menanggulangi kondisi darurat medis secara tepat.

Direktur Utama RSUD KiSA Kota Depok, Agus Gojali, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi nakes merupakan pilar utama dalam menjaga mutu dan keselamatan pasien, terutama pada situasi kritis yang membutuhkan penanganan cepat.

“Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan sangat penting, terutama dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Dengan pemahaman dan kesiapsiagaan yang baik, diharapkan penanganan terhadap ibu dan bayi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Agus pada Jumat (02/10/26).

Workshop tersebut diikuti secara antusias oleh jajaran bidan, perawat, dokter umum, serta perwakilan nakes dari sejumlah puskesmas di wilayah sekitar RSUD KiSA. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber pakar, yakni dr. Kristiyan, Sp.O.G., M.Kes., FCPMICOG dan dr. Rizki Rahim, Sp.A., M.P.H.

“Keduanya memberikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal,” tuturnya.

Sinergi Jejaring Rujukan Puskesmas dan Rumah Sakit

Agung menjelaskan, para peserta dibekali materi intensif mulai dari pengenalan tanda bahaya awal, kesiapsiagaan prosedur darurat, hingga simulasi koordinasi tim saat menangani pasien kritis.

“Ini bukan hanya tentang kemampuan individu tenaga kesehatan, tetapi juga bagaimana setiap unsur dapat berkoordinasi ketika menghadapi kegawatdaruratan. Kecepatan dalam mengenali kondisi dan mengambil tindakan menjadi bagian penting dalam keselamatan ibu dan bayi,” ungkapnya.

Keterlibatan nakes dari puskesmas menjadi langkah strategis RSUD KiSA dalam memperkuat sinergi dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penanganan kesehatan ibu dan anak membutuhkan kesinambungan layanan yang solid, termasuk sistem komunikasi dan alur rujukan yang lancar.

“Kolaborasi antara rumah sakit dengan puskesmas sangat penting. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, proses pelayanan maupun rujukan pasien dapat berjalan lebih optimal sehingga keselamatan ibu dan bayi semakin terjamin,” tegas Agus.

Ia berharap ilmu dan keterampilan yang didapatkan para peserta dapat langsung diterapkan dalam pelayanan sehari-hari di fasilitas kesehatan masing-masing demi mewujudkan budaya keselamatan pasien yang berkesinambungan.

“Harapannya, kompetensi tenaga kesehatan terus meningkat, budaya keselamatan pasien semakin kuat, dan kolaborasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan juga semakin baik. Berlandaskan semangat Ramah, Cepat, Nyaman, kami terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Depok dan sekitarnya,” pungkas Agus.