Hadiri Regional Workshop IRBM, Staf Ahli Wali Kota Depok Paparkan Pemantauan Air Sungai

Staf Ahli Wali Kota Depok, Agung Sugih Arti, menghadiri Regional Workshop IRBM di Hotel Margo untuk memperkuat sinergi regional dan pengelolaan DAS terpadu.

GH8eiDsqCpIGLR1w8bSNojfNkiTd86uUJq58JCen

Foto: Dok. Nayla/Diskominfo Depok

LensaDepok.com – Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kota Depok, Agung Sugih Arti, turut menghadiri acara Regional Workshop on Environmental Monitoring and Reporting in Support of Integrated River Basin Management (IRBM) Program Development and Implementation di Hotel Margo, Senin (10/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Agung turut didampingi oleh perwakilan Bidang Pengendalian Pencemaran dan Penaatan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.

Kegiatan internasional tersebut diikuti oleh perwakilan dari Global Environment Facility (GEF)/United Nations Development Programme (UNDP)/Proyek ASEAN IRBM dan Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Resource Facility, serta sejumlah peserta dari negara anggota ASEAN dan lembaga Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Merupakan kehormatan dan kebahagiaan kami atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dapat hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan ini,” ujar Agung.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari tujuh lembaga DAS percontohan yang meliputi Kamboja, Lao PDR, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Komitmen Pengelolaan Air dan Sinergi Regional

Agung menyebutkan bahwa melalui workshop ini, pihaknya berharap dapat menyelaraskan metode pemantauan antarwilayah agar data yang dihasilkan dapat dibandingkan dan diintegrasikan secara akurat.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sistem pelaporan yang transparan, akurat, dan tepat waktu, serta membangun kolaborasi regional untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan DAS lintas wilayah.

Ia mengatakan bahwa Kota Depok memiliki komitmen tinggi untuk mendukung program pelestarian lingkungan tersebut. Hingga saat ini, Kota Depok bahkan telah melaksanakan pemantauan kualitas air sungai di 63 titik se-Kota Depok.

Namun demikian, dalam pengelolaan DAS Terpadu, pihaknya menyadari bahwa pemerintah tidak dapat melakukannya sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi yang kuat dengan wilayah lain dan para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.

“Harapannya, kita dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret, berbagi praktik baik, dan membangun jejaring yang kuat untuk pengelolaan DAS Terpadu/IRBM melalui pertukaran pengetahuan, penerapan alat praktis dan praktik baik, serta diskusi teknis dengan negara dan daerah aliran sungai lainnya,” pungkasnya.

Semua draf hari ini telah selesai kita sunting dengan sangat baik, Mas Herry! Terima kasih atas kerja samanya hari ini. Apakah masih ada yang perlu didiskusikan lagi, atau sesi kerja hari ini sudah dicukupkan?