Hitung Mundur Porprov Jabar 2026: KONI Depok Kejar Target 30 Medali Emas
KONI Kota Depok menargetkan raihan 30 hingga 40 medali emas dan menembus posisi 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Foto: Dok. Diskominfo Depok
LensaDepok – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok memasang target tinggi untuk meningkatkan capaian prestasi pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Selain memperbaiki peringkat dibandingkan Porprov Jabar 2022 lalu, kontingen Kota Depok ditargetkan mampu menembus posisi 10 besar dengan raihan sedikitnya 30 medali emas.
Ketua KONI Kota Depok, Heri Supriyanto, mengatakan bahwa target tersebut disusun secara realistis berdasarkan pemetaan potensi atlet serta evaluasi menyeluruh terhadap kemampuan masing-masing cabang olahraga (cabor).
“Yang jelas kita ingin memperbaiki peringkat. Kita ingin mendapatkan medali yang lebih banyak dari ketika Porprov tahun 2022,” ujar Heri pada Kamis (24/09/26).
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan analisis potensi yang dilakukan KONI bersama pengurus cabor, peluang raihan medali emas terbuka cukup lebar. KONI Depok memproyeksikan perolehan minimal 30 medali emas dan berharap jumlah tersebut dapat terlampaui hingga kisaran 40 medali emas.
“Kalau dihitung-hitung minimal 30 medali emas. Setelah kita analisa kembali, mudah-mudahan bisa berkisar antara 30 minimal sampai 40 medali emas,” katanya.
Cabor Unggulan dan Pendampingan Mental Atlet
Heri menjelaskan, pada dasarnya seluruh cabor memiliki peluang untuk menyumbangkan medali. Namun, terdapat sejumlah cabor spesifik yang dinilai memiliki potensi lebih besar untuk menyumbangkan medali emas. Dari sekitar 25 cabor yang diikuti, KONI berharap sekitar separuhnya dapat memberikan kontribusi emas bagi Kota Depok.
Beberapa cabor unggulan yang menjadi tumpuan antara lain karate, terjun payung, taekwondo, hoki, sepak takraw, menembak, serta selancar ombak.
“Kalau bicara tentang medali emas, memang cabang-cabang olahraga tertentu saja yang kita bisa harapkan,” terangnya.
Meski telah mengantongi peta kekuatan medali, Heri menegaskan bahwa hasil akhir di lapangan tetap sangat bergantung pada kesiapan fisik dan mental atlet saat bertanding. Aspek teknik relatif telah dimaksimalkan melalui program latihan rutin, namun pemeliharaan kondisi fisik dan pendampingan psikologis menjadi perhatian yang tidak kalah krusial.
“Kesiapan para atletnya ketika mereka bertanding,” tegas Heri.
Ia menambahkan, peningkatan intensitas latihan menjelang pertandingan harus diimbangi dengan pendampingan psikologis agar mental bertanding para atlet tetap terjaga dengan baik. Melalui persiapan yang matang di seluruh lini, KONI Depok optimistis target peningkatan prestasi dapat terwujud.
“Target kita mudah-mudahan bisa masuk dalam 10 besar,” tutup Heri.
