Pekan Depan Dimulai! DPUPR Depok Lebarkan Simpang Parung Bingung dan Bangun 2 Jembatan
DPUPR Kota Depok menargetkan proyek pelebaran Simpang Parung Bingung sepanjang 424 meter dan pembangunan dua jembatan dimulai pekan depan.
Foto: Dok. DPUPR
LensaDepok – Proyek fisik pelebaran kawasan Simpang Parung Bingung beserta sejumlah ruas jalan penghubung di sekitarnya akan segera dimulai. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok melalui Bidang Bina Marga menargetkan pengerjaan konstruksi di lapangan mulai dilaksanakan pada pekan depan.
Guna memastikan kesiapan teknis pelaksanaan, DPUPR bersama Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok serta jajaran terkait telah melakukan peninjauan dan pemantauan (monitoring) lapangan pada Rabu (07/10/26).
Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, mengatakan bahwa penataan dan pelebaran Simpang Parung Bingung mencakup pembangunan jalan baru beserta dua unit jembatan yang melintasi Kali Angsana dan Kali Pesanggrahan. Selain area simpang utama, pengerjaan pelebaran juga menyasar akses Jalan Raya Sawangan, Jalan Raya Muchtar, dan Jalan Meruyung Raya.
“Kami rencanakan pekan depan terlaksana pelebaran Simpang Parung Bingung dan sekitarnya. Sebagai tahapan persiapan, DPUPR Kota Depok telah menyelesaikan survei lapangan bersama pemilik utilitas guna memastikan pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan meminimalkan potensi kendala di lapangan,” ujar Yodi pada Rabu (07/10/26).
Fokus Pembangunan Sisi Timur dan Rincian Pembebasan Lahan
Yodi menjelaskan, pelaksanaan pengerjaan fisik pada tahun anggaran ini akan difokuskan terlebih dahulu pada sisi timur Jalan Raya Muchtar, mulai dari kawasan Simpang Parung Bingung sepanjang kurang lebih 424 meter.
Penanganan dilakukan melalui pembangunan jalur baru pada area lahan yang telah selesai dibebaskan, serta pengerjaan duplikasi jembatan eksisting untuk meningkatkan daya tampung kapasitas jalan dan mengurai simpul kemacetan.
“Sebelumnya telah dilakukan pembebasan lahan pada segmen 1 seluas 2.145 meter persegi, segmen 2 seluas 5.307 meter persegi, segmen 3 seluas 2.401 meter persegi, dan segmen 4 seluas 184 meter persegi,” tutur Yodi.
Ia memastikan, karena fokus pengerjaan tahap awal dilakukan pada area pembangunan jalur baru, maka jalur utama eksisting tetap dapat dilintasi oleh kendaraan masyarakat secara normal tanpa penutupan total.
“Pelebaran simpang ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mengurangi kepadatan lalu lintas pada kawasan Simpang Parung Bingung dan sekitarnya,” pungkas Yodi.
