Mantapkan Status Kota Layak Anak, Pemkot Depok Edukasi Konvensi Hak Anak
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok menggelar pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) guna mengejar predikat Utama Kota Layak Anak (KLA).
Foto:DP3AP2KB
LensaDepok.com – Upaya untuk mewujudkan dan mempertahankan Kota Depok sebagai Kota Layak Anak (KLA) terus dilakukan oleh pemerintah daerah melalui berbagai aksi nyata.
Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok di Gedung Balatkop, Selasa (23/6/2026).
Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Citra Indah Yulianty, mengatakan bahwa pelatihan KHA ditujukan kepada seluruh elemen yang bergerak bersama dalam mewujudkan Depok sebagai Kota Layak Anak.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur penting. Antara lain perwakilan perangkat daerah, puskesmas, sekretaris kelurahan dari 11 kecamatan, pengawas SD dan SMP dari Dinas Pendidikan, serta unsur terkait lainnya.
“Kami ingin menyamakan persepsi terkait KLA dan bagaimana kita membangun program yang berbasis hak anak. Seperti yang kita ketahui, Kota Depok telah mempertahankan predikat Nindya dalam upaya penyelenggaraan KLA,” ujarnya di sela kegiatan.
Citra menjelaskan, predikat Kota Layak Anak tersebut dievaluasi setiap tahun oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).
Melalui pemahaman dan penerapan Konvensi Hak Anak yang lebih holistik dan terarah, diharapkan upaya perlindungan anak di Kota Depok akan menjadi semakin kuat. Hal ini pada akhirnya akan mendukung peningkatan nilai evaluasi KLA Kota Depok menuju predikat Utama.
“Tentunya ini membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh stakeholder, khususnya yang hadir pada Pelatihan KHA tahun 2026 kali ini. Kami berharap peserta pelatihan dapat lebih memahami isi dari KHA, serta mengimplementasikannya ke dalam program atau kegiatan yang berbasis pemenuhan hak anak di wilayahnya masing-masing,” terangnya.
Menutup keterangannya, Citra menaruh harapan besar agar seluruh instansi dan pihak-pihak terkait yang berinteraksi langsung dengan anak maupun remaja dapat terus bersinergi dalam menekan angka kekerasan dan eksploitasi anak.
“Kami juga berharap agar semua stakeholder yang berinteraksi langsung dengan anak-anak dan remaja untuk dapat berkolaborasi dan bersinergi dengan baik serta berkomitmen tinggi untuk senantiasa mensosialisasikan program-program pemerintah, khususnya yang terkait dengan perlindungan anak, demi mewujudkan Kota Depok sebagai Kota Layak Anak,” tandasnya
