Ramah Disabilitas! Pemkot Depok Latih Ratusan Pegawai Kuasai Bahasa Isyarat

0

Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Depok mengikuti pelatihan bahasa isyarat tingkat dasar guna mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan ramah disabilitas.

Sqj3PYYEn3Z0dagGRTTFffqZ62zL8y5eXNqa6ZHW

Foto: Dok. Bima M. Iqbal/Diskominfo Depok

LensaDepok.com – Guna memperkuat sistem pelayanan publik yang inklusif, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memberikan pelatihan bahasa isyarat bagi ratusan pegawainya. Pelatihan ini diselenggarakan secara luring (tatap muka) dan daring.

Kepala Bagian Organisasi pada Sekretariat Daerah Kota Depok, Novi Andriani, mengungkapkan bahwa profil pengguna layanan publik di Depok sangatlah variatif, dan salah satunya adalah kelompok penyandang disabilitas.

Sebagai garda terdepan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta untuk dapat menguasai bahasa isyarat tingkat dasar guna mempermudah komunikasi lintas kelompok.

“Memiliki kemampuan bahasa isyarat akan mempermudah komunikasi dengan disabilitas tunarungu, sehingga lebih efektif, responsif, dan setara tanpa diskriminatif,” ungkapnya.

Pelatihan yang sudah berjalan secara konsisten selama dua tahun berturut-turut ini membuktikan komitmen nyata Pemkot Depok dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inklusif.

Selain dari aspek penyediaan sarana dan prasarana yang ramah disabilitas, Pemkot Depok juga berkomitmen penuh memberikan pelayanan yang adil bagi semua orang. Hal ini sejalan dengan amanat peraturan perundang-undangan dalam mendukung pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas untuk memperoleh pelayanan publik yang berkualitas serta aksesibilitas yang memadai.

Novi mengatakan, pelatihan bahasa isyarat pada tahun ini diikuti oleh 260 pegawai yang diprioritaskan pada petugas pelaksana pelayanan publik. Di antaranya berasal dari perangkat daerah, Rumah Sakit Umum Daerah, kecamatan, kelurahan, puskesmas, dan unit pelayanan teknis dinas lainnya yang bersentuhan dan memberikan layanan langsung kepada masyarakat.

Dengan mendatangkan narasumber ahli dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Depok, para ASN dilatih secara intensif untuk memperagakan huruf dan percakapan menggunakan dua jenis bahasa isyarat, yaitu Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) yang lazim digunakan di sekolah atau instansi dengan menggunakan satu tangan, serta Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang menggunakan gerak dua tangan dalam penerapannya.

“Dengan meningkatnya kemampuan komunikasi petugas pelayanan, diharapkan tercipta lingkungan pelayanan yang inklusif serta memperkuat komitmen Pemerintah Kota Depok dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima dan berkeadilan bagi seluruh warga,” terang Novi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *