Wali Kota Depok Buka Peluang Pusat Oleh-Oleh dan Tambahan SMA Negeri di Bojongsari

Wali Kota Depok, Supian Suri, menyerap aspirasi warga Bojongsari terkait rencana pembangunan pusat oleh-oleh UMKM dan penambahan SMA Negeri baru di wilayah tersebut.

CrLVsVkKlRaDO6OK0kACkD6N9f8k2wv7itGoyPuN

Foto: Dok. Diskominfo Depok

LensaDepok.com – Wali Kota Depok, Supian Suri, membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat saat menghadiri kegiatan Jualan UMKM Sama-Sama (JUSS), peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, dan Gebyar HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Halaman Kantor Kecamatan Bojongsari, Senin (31/08/26).

Dalam kesempatan tersebut, Supian mempersilakan para tokoh masyarakat maupun warga untuk menyampaikan masukan, saran, serta harapan terkait berbagai persoalan di wilayah mereka.

“Saya tidak sambutan. Saya mau dengar saja masukan, saran, harapan dari tokoh atau siapa pun yang mau ngomong, silakan maju ke depan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Dorong Pusat Oleh-Oleh UMKM Bojongsari

Salah satu aspirasi datang dari Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Bojongsari, Jaelani, yang menyoroti besarnya potensi sektor UMKM. Menurutnya, banyaknya pelaku usaha di kawasan tersebut perlu didukung dengan kehadiran pusat oleh-oleh khusus produk olahan khas Bojongsari.

Menanggapi usulan tersebut, Supian Suri menyambut positif. Dirinya membuka peluang agar pusat oleh-oleh ini dapat memanfaatkan ruang yang ada di lingkungan Kantor Kecamatan Bojongsari, atau bahkan dibangun melalui kerja sama dengan pihak investor.

“Mudah-mudahan ada investor yang mau bangun. Kalau memang itu mungkin, silakan didiskusikan dengan Pak Camat, dengan UMKM di sini. Kalau perlu salah satu ruangan di sini dipakai juga tidak apa-apa, atau mungkin salah satu space dibangun untuk pusat oleh-oleh,” katanya.

Menurutnya, keberadaan pusat oleh-oleh akan memudahkan masyarakat maupun pendatang. “Kalau orang ke Bojongsari nanya oleh-olehnya, tidak bingung harus ke mana,” tambahnya.

Kebutuhan Tambahan SMA Negeri

Selain sektor ekonomi, warga juga menyuarakan aspirasi di bidang pendidikan. Erwin, seorang warga yang juga guru di SMA Negeri 10 Depok, menyampaikan urgensi penambahan fasilitas SMA Negeri di wilayah Bojongsari. Saat ini, daya tampung sekolah yang ada dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh calon peserta didik, termasuk warga dari Kelurahan Curug.

Supian mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait hal ini. Pemerintah provinsi pada prinsipnya siap mengalokasikan pembangunan gedung, asalkan lahan sudah tersedia.

“Prinsipnya provinsi akan alokasikan bangunan kalau tanahnya ada. Karena provinsi tidak menyiapkan atau belum bisa membelanjakan lahan,” jelasnya.

Untuk itu, Supian meminta jajaran di wilayah untuk memetakan potensi lahan, termasuk pemanfaatan aset fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum). Ia juga membuka opsi agar Pemkot Depok yang mengalokasikan anggaran pengadaan lahan jika keuangan daerah memadai.

“Mudah-mudahan kita coba lihat fasos-fasum kita yang dimungkinkan buat SMA Negeri, atau kalau dimungkinkan anggaran kita mencukupi, kita akan tambahkan belanja lahan buat SMA Negeri di Bojongsari,” tuturnya.

Menutup dialog, Supian Suri mengingatkan para orang tua akan pentingnya pendidikan berkelanjutan bagi anak-anak di Kota Depok.

“Jangan sampai anaknya putus sekolah. Harus sekolah, mulai dari PAUD atau TK atau RA sampai SD, SMP, lanjut SMA sampai ke perguruan tinggi,” pesannya.