Manfaatkan Lahan 30 Hektare, Supian Suri Ingin Jadikan Studio Alam TVRI Pusat Pentas Seni Depok

Wali Kota Depok Supian Suri membuka peluang kolaborasi dengan PAPPRI dan TVRI untuk menghadirkan pertunjukan seni serta pusat ekonomi kreatif di Studio Alam TVRI.

sZW7ZBvHpOBhQZVvgeKx1gUYn4tdyyW92eD1zgDP

Foto: Dok. Zaid A/Diskominfo Depok

LensaDepok.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membuka peluang kolaborasi dengan TVRI untuk menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan musik di kawasan Studio Alam TVRI, Kota Depok. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para seniman sekaligus menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Depok.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kota Depok di Hotel Bumi Wiyata, Senin (3/8/2026).

Supian Suri mengatakan bahwa sebelum menghadiri pelantikan PAPPRI tersebut, dirinya baru saja bertemu dengan Direktur TVRI guna membahas potensi pemanfaatan Studio Alam TVRI sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan seni dan budaya.

“Tadi saya baru bertemu dengan Direktur TVRI. Kebetulan sedang ada kegiatan di Studio Alam TVRI yang lokasinya juga berada di Kota Depok. Kawasan itu luasnya lebih dari 30 hektare, memiliki danau, dan sangat memungkinkan jika dimanfaatkan untuk menggelar berbagai event maupun pentas seni,” ujarnya.

Komitmen Pembinaan Talenta Muda Lewat Tamude

Menurut Supian, keberadaan Studio Alam TVRI menjadi peluang besar bagi Kota Depok untuk menghadirkan panggung-panggung kreatif yang dapat dinikmati masyarakat sekaligus menjadi ruang berekspresi bagi para pelaku seni.

Supian Suri menegaskan bahwa Pemkot Depok selalu siap mendukung dan berkolaborasi penuh dengan DPC PAPPRI Kota Depok dalam mengembangkan potensi seni dan musik di Kota Depok.

“Kami Pemerintah Kota Depok tentu akan sangat mendukung dan berkolaborasi dengan DPC PAPPRI Kota Depok,” katanya.

Ia juga menyinggung komitmen pemerintah dalam membina talenta muda melalui program Taman Musik Depok (Tamude) yang telah berjalan sejak 2024 lalu. Program tersebut diinisiasi untuk memberikan akses belajar musik gratis bagi anak-anak yang memiliki bakat, namun terkendala biaya untuk membeli alat musik maupun mengikuti kursus.

“Hari ini kurang lebih ada 200 anak yang belajar gitar, biola, perkusi hingga vokal. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi mereka agar bakat-bakat yang selama ini terpendam bisa berkembang,” jelasnya.

Selain menyediakan tempat belajar, Pemkot Depok juga mendapat dukungan penuh dari Bank BJB dalam penyediaan alat musik bagi para peserta Tamude.

Supian Suri berharap kehadiran kepengurusan baru PAPPRI Kota Depok dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membina generasi muda sekaligus memperkuat ekosistem seni dan musik di Kota Depok.

“Kami yakin hadirnya PAPPRI akan menjadi jembatan komunikasi yang baik sehingga semakin banyak kolaborasi yang bisa diwujudkan untuk kemajuan seni, budaya, dan kreativitas di Kota Depok,” tutupnya.