Bidik Rekor MURI, TP-PKK dan PGI Depok Gelar Pemeriksaan Mata Massal pada Oktober 2026
PGI Kota Depok berkolaborasi dengan TP-PKK dan YAMI menargetkan rekor MURI lewat program pemeriksaan mata serentak bagi 30.000 pelajar SD hingga SMP.
Foto: Dok. Diskominfo Depok
LensaDepok.com – Upaya meningkatkan kesehatan mata bagi pelajar di Kota Depok bakal diperluas. Setelah sukses membagikan 400 kacamata baca kepada pelajar dari lima sekolah, Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Depok bersama Yayasan Amal Mata Indonesia (YAMI) dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok kini menyiapkan program untuk pemeriksaan mata secara serentak bagi 30.000 pelajar.
Ketua PGI Kota Depok, Hamzah, mengatakan bahwa program tersebut ditargetkan menyasar 20.000 hingga 30.000 pelajar jenjang SD, MI, hingga SMP di Kota Depok. Tak sekadar pemeriksaan, kegiatan tersebut juga diarahkan menjadi bagian dari upaya memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
“Insyaallah nanti kami berkolaborasi dengan Yayasan Amal Mata dan PKK Kota Depok untuk memecahkan rekor MURI, pemeriksaan mata secara serentak di Kota Depok bagi pelajar, baik SD, MI, dan SMP, sebanyak 20.000 sampai dengan 30.000 anak,” ujar Hamzah saat menghadiri penutupan Depok Golf Series 2 Piala Wali Kota Depok 2026 di Emeralda Golf Club, Kecamatan Tapos, Selasa (11/8/2026).
Hamzah menuturkan bahwa rencana tersebut tengah dimatangkan bersama para pihak terkait. Pelaksanaannya ditargetkan pada Oktober 2026, bertepatan dengan rangkaian menyambut Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.
“Kami sudah bicara dengan Ketua TP-PKK Kota Depok, Cing Ikah. Insyaallah mudah-mudahan bisa berjalan lancar dan bisa terealisasi rekor MURI yang akan kami pecahkan bersama-sama PGI, PKK, dan Yayasan Amal Mata Indonesia,” katanya.
Berangkat dari Temuan di Sekolah
Menurut Hamzah, rencana besar tersebut berangkat dari hasil evaluasi pemeriksaan mata yang sebelumnya telah dilakukan di lima sekolah. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan sejumlah pelajar yang mengalami gangguan penglihatan hingga kesulitan melihat tulisan di papan tulis.
“Di beberapa sekolah, lima sekolah yang kami periksa secara menyeluruh siswa dan gurunya, banyak anak-anak SD itu buram atau blur ketika melihat papan tulis, tulisan guru-gurunya. Bahkan membacanya agak sulit,” tuturnya.
Karena itu, Hamzah menilai bahwa pemeriksaan mata sejak dini menjadi langkah preventif yang sangat penting. Terlebih, gangguan penglihatan yang tidak segera ditangani dapat berdampak langsung pada terganggunya aktivitas belajar anak di kelas.
“Justru dengan kita datang ke sekolah-sekolah ternyata manfaatnya cukup luar biasa banyak, sehingga bisa membantu mereka. Maka kami berpikir dari hal kecil tapi dampaknya luar biasa,” ujarnya.
Ia berharap bahwa kolaborasi lintas sektor tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pelajar yang mendapatkan akses pemeriksaan mata dan alat bantu penglihatan yang sesuai dengan kebutuhannya. Rencana pemeriksaan massal ini juga sejalan dengan program kesehatan mata yang didorong oleh TP-PKK Kota Depok dan Jawa Barat melalui program “Terang Benderang”.
Lebih lanjut, Hamzah mengatakan bahwa pihaknya akan kembali melakukan pembahasan bersama TP-PKK Kota Depok dan YAMI untuk memastikan kesiapan teknis serta kelancaran pelaksanaan program tersebut.
“Insyaallah setelah selesai ini kami akan rapatkan kembali,” pungkasnya.
