Manfaatkan Lahan 3 Hektare, DLHK Depok dan UIII Siap Bangun Taman Keanekaragaman Hayati

DLHK Kota Depok berkolaborasi dengan UIII untuk memanfaatkan lahan 3 hektare sebagai Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan mengelola sampah mandiri.

mjrrSRFRKetwsioN6zpoPG3H6xnwJD5L5MM4zpoc

Foto: Dok. Humas UIII/ Diskominfo Depok

LensaDepok.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok terus mendorong kolaborasi strategis dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) untuk memperkuat pengelolaan lingkungan, sekaligus menambah ketersediaan ruang hijau di Kota Depok.

Kolaborasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui rencana pemanfaatan lahan seluas tiga hektare milik UIII untuk dikembangkan menjadi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kota Depok.

Rencana inovatif itu disampaikan oleh Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, saat kegiatan Karya Bakti Bersih-Bersih Sungai Kali Baru Timur di kawasan UIII, Jalan Raya Bogor, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu (15/8/2026).

“Kami sedang diskusikan juga dengan pihak UIII dan kementerian. Kami sedang mengejar target bahwa UIII itu menjadi Taman Keanekaragaman Hayati Kota Depok,” ujar Reni.

Menurut Reni, keberadaan lahan seluas tiga hektare tersebut menjadi peluang besar bagi Kota Depok. Pasalnya, ketersediaan lahan dengan luasan sebesar itu untuk dikembangkan sebagai ruang hijau sudah tidak mudah ditemukan di wilayah perkotaan padat penduduk.

“Lahannya kan punya UIII, sehingga mau tidak mau kita harus kolaborasi juga dengan pihak UIII. Karena di Depok tiga hektare di mana lagi sih?” tuturnya.

Pengolahan Sampah Mandiri di Kawasan UIII

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya diarahkan pada pengembangan ruang hijau, tetapi juga menyasar pengelolaan sampah secara komprehensif di lingkungan UIII.

DLHK tengah mendorong agar sampah yang dihasilkan dari kawasan kampus tersebut dapat dikelola sedemikian rupa, sehingga volume sampah yang keluar dan dibuang ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

“Kami mau kolaborasi juga dengan UIII untuk pengolahan sampahnya. Nanti mungkin bisa dengan Refuse Derived Fuel (RDF), atau bisa dengan komposting,” jelasnya.