Meriahnya Primaria Fest Bekasi: NDX A.K.A Ajak Sing Along, Juan Reza Kirim Doa untuk Flores
Primaria Fest 2026 di Transera Park Bekasi sukses menyatukan musisi lintas genre seperti NDX A.K.A. dan Juan Reza, sekaligus menjadi ruang solidaritas bagi NTT.
LensaDepok.com – Primaria Fest 2026 sukses menghadirkan suasana berbeda bagi pencinta musik di Bekasi. Digelar di Lapangan Parkir Transera Park, Jumat (21/8/2026), festival tersebut mempertemukan sejumlah musisi dengan karakter musik yang beragam, mulai dari Tenxi, Juan Reza, DNA, hingga NDX A.K.A.
Sejak awal acara, penonton sudah diajak menikmati konsep Indonesian Bounce Music yang menjadi identitas utama Primaria Fest. Bukan hanya berdiri menyaksikan penampilan dari atas panggung, para penonton ikut bernyanyi, bergoyang, dan menjadi bagian dari suasana festival.
Namun, kemeriahan Primaria Fest 2026 tidak hanya berhenti pada musik. Sejumlah penampil juga menyelipkan pesan sosial dan kemanusiaan di tengah jalannya pertunjukan.
Salah satunya datang dari Juan Reza. Musisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut memanfaatkan kesempatan tampil di hadapan penonton Bekasi untuk menyampaikan pesan mendalam mengenai kondisi masyarakat Flores dan NTT yang terdampak gempa bumi.
“Saya mau berterima kasih kepada teman-teman seluruh Indonesia, yang sudah berdonasi ke NTT. Terima kasih banyak. Karena saya juga orang Flores. Keluarga saya juga terkena dampak,” ujar Juan Reza seusai tampil.
Juan kemudian mengajak masyarakat luas untuk tidak berhenti memberikan perhatian kepada warga yang terdampak bencana di kampung halamannya.
“Dukungan sekecil apa pun sangat berarti bagi kita semua. Mari sama-sama mendukung dan mendoakan semoga Flores lekas sembuh,” katanya.
Pesan tersebut menjadi salah satu momen yang membuat suasana festival berubah sejenak. Di tengah penonton yang sebelumnya larut dalam musik dan joget, muncul ruang empati untuk mengingat masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
Dari Musik Timur hingga Koplo, Semua Bertemu di Satu Panggung
Secara musikal, Primaria Fest 2026 memang menawarkan spektrum yang cukup lebar. Juan Reza membawa warna musik Timur dengan perpaduan unsur hip-hop, pop, remix, dan karakter musik khas Indonesia Timur.
Sementara itu, Tenxi menghadirkan energi hipdut yang membuat penonton semakin aktif mengikuti irama. Perpaduan hip-hop dan dangdut yang menjadi cirinya terasa sangat cocok dengan konsep festival yang mengedepankan interaksi langsung antara musisi dan audiens.
Kehadiran DNA juga menambah variasi warna musik dalam festival. Sementara itu, NDX A.K.A. menjadi salah satu penampil yang paling ditunggu oleh penonton. Duo asal Yogyakarta itu kembali menunjukkan bagaimana musik koplo dapat menjadi bagian dari budaya populer yang dekat dengan generasi muda. Lagu-lagu mereka sukses membuat area festival berubah menjadi ruang sing along bersama.
Bagi NDX A.K.A., perkembangan musik koplo saat ini juga membuka peluang yang lebih besar bagi musisi Indonesia untuk membawa karya mereka ke luar negeri. Mereka mendorong musisi muda agar tidak hanya mengekor tren, tetapi berani membangun identitas musiknya masing-masing.
“Koplo itu bisa mendunia. Yang penting musisi-musisi muda punya identitas sendiri dan jangan takut untuk menunjukkan karakter musiknya,” ujar NDX A.K.A. dalam kesempatan tersebut.
Pesan itu menjadi menarik karena perkembangan musik lokal saat ini tidak lagi hanya berbicara soal genre semata. Identitas, karakter, dan keberanian untuk membawa warna orisinal Indonesia menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah karya musik menuju audiens yang lebih luas.
Primaria Fest sendiri hadir dengan gagasan menjadikan Indonesian Bounce Music sebagai ruang ekspresi yang lebih inklusif. Festival ini sebelumnya juga sukses digelar di Sukabumi dengan membawa konsep yang menempatkan penonton sebagai bagian dari pengalaman pertunjukan, bukan sekadar audiens pasif.
Dengan konsep tersebut, Primaria Fest 2026 di Bekasi pada akhirnya tidak hanya meninggalkan kesan lewat kemeriahan musik semata. Festival ini juga memperlihatkan bagaimana sebuah panggung hiburan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan karakter musik Indonesia, sekaligus menggemakan pesan kebersamaan dan solidaritas.
