Tingkatkan Ekonomi Warga, Camat Bojongsari Gelar Program JUSS dan Gebyar Kemerdekaan

Camat Bojongsari, Suryana Yusup, mendorong pemberdayaan UMKM lokal lewat program JUSS guna meningkatkan ekonomi warga dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Depok.

cBq03znPouS08FEAplD6JKVjm8XRdPMLuDnETgaE

Foto: Dok. Diskominfo Depok

LensaDepok.com – Camat Bojongsari, Suryana Yusup, mengatakan program Jualan UMKM Sama-Sama (JUSS) menjadi salah satu bentuk fasilitasi pemerintah sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Menurutnya, keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus menggerakkan perekonomian warga.

“UMKM adalah penggerak roda ekonomi yang ada di masyarakat. Kalau UMKM-nya tangguh, insyaAllah kita semua bisa menggerakkan ekonomi,” ujar Suryana saat membuka kegiatan JUSS, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, dan Gebyar HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Halaman Kantor Kecamatan Bojongsari, Senin (31/08/26).

Ia menjelaskan, kegiatan JUSS sangat sejalan dengan misi Kota Depok dalam meningkatkan ekonomi kreatif. Dengan begitu, kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku UMKM untuk memperluas area pemasaran, sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.

“UMKM yang ada di kelurahan maupun kecamatan kita fasilitasi. Mudah-mudahan semua bisa berpartisipasi dalam acara ini,” katanya.

Dorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Selain pemberdayaan UMKM, rangkaian kegiatan di Kecamatan Bojongsari juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta beragam perlombaan. Beberapa kegiatan yang digelar antara lain lomba menggambar, tari, senam, hingga ragam pertunjukan kreasi warga dari tingkat kelurahan sampai kecamatan.

“Saya menilai antara kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan keagamaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan masyarakat sekaligus memperkuat semangat dalam mengisi kemerdekaan,” tuturnya.

Suryana juga menyebutkan bahwa Kecamatan Bojongsari saat ini memiliki nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 80,4. Peningkatan kualitas pembangunan manusia ini tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan, tetapi juga erat kaitannya dengan aspek ekonomi dan budaya.

“IPM itu terdiri dari tiga hal, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi atau budaya. Karena itu, penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM juga menjadi bagian penting,” jelasnya.

Melalui kegiatan terpadu tersebut, Suryana berharap masyarakat Bojongsari semakin kompak dalam mengembangkan potensi wilayahnya, khususnya di sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

“Semangat kebersamaan menjadi modal penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dalam mengisi kemerdekaan sekaligus membangun perekonomian di lingkungannya,” tandasnya.