Kurangi Beban TPA Cipayung, RW 13 Sukmajaya Depok Gencarkan Pemilahan Sampah Organik
Pengurus RW 13 Sukmajaya, Kota Depok, kembali mendorong warga untuk aktif memilah sampah dan mengelola sampah organik guna mengurangi beban TPA Cipayung.
Foto: Dok. Indri/Diskominfo Depok
LensaDepok.com – Upaya memperkuat pengelolaan sampah terus dilakukan di wilayah Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya. Salah satunya melalui kegiatan Fasilitasi Bank Sampah RW 13 di Sekretariat Posyandu RW 13, Senin (31/08/26). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendorong masyarakat agar dapat kembali meningkatkan kebiasaan memilah sampah langsung dari sumbernya.
Ketua RW 13 Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Manto, mengatakan bahwa gerakan pemilahan sampah di wilayahnya sebenarnya telah lama dilakukan. Bahkan, tingkat partisipasi masyarakat RW 13 sebelumnya sempat mencapai 100 persen dalam memilah sampah. Namun, saat ini partisipasi warga yang masih aktif memilah sampah berada pada angka sekitar 70 persen.
“Kami akan maksimalkan kembali agar masyarakat di wilayah RW 13 dapat seluruhnya melakukan pemilahan sampah,” ungkapnya.
Manto menjelaskan, pihaknya juga mulai mengembangkan berbagai upaya pengelolaan sampah tingkat lanjut. Salah satunya adalah pengelolaan sampah organik agar tidak seluruhnya dibuang dan berakhir menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
Selain itu, masyarakat terus didorong untuk mengelola sampah organik melalui budi daya maggot, serta diarahkan untuk mampu mengelola sampah organiknya secara mandiri di rumah masing-masing.
“Terus kami perkuat edukasi dan sosialisasi, serta memanfaatkan teknologi baru yang digaungkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) agar masyarakat semakin sadar untuk memilah sampah,” jelas Manto.
Sementara itu, Lurah Sukmajaya, Mulyadi, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai pentingnya pemilahan sampah, termasuk dukungan penuh untuk RW 13. Dikatakannya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran dan keterlibatan langsung masyarakat.
Oleh karena itu, warga perlu terus digerakkan agar menjadikan pemilahan sampah sebagai gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari.
“Pemilahan sampah ini memang kesadaran masyarakat, yang terpenting mereka digerakkan untuk memilah sampah untuk menimbulkan kesadaran,” pungkas Mulyadi.
