Ditopang Recurring Income Kuat, Paradise Indonesia (INPP) Mantapkan Ekspansi Bisnis Properti
PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia berhasil mempertahankan tren pertumbuhan bisnis secara konsisten selama lima tahun berturut-turut yang ditopang oleh pendapatan berulang (recurring income) kuat dan struktur modal yang sehat.
Kiri-kanan: Anthony Prabowo Susilo : Presiden Komisaris, Andri Hadi : Presiden Direktur, Surina : Wakil Presiden Direktur
LensaDepok.com – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), yang juga dikenal sebagai PARADISE INDONESIA, kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, komersial, dan penjualan properti ini terus melakukan pengembangan portofolio properti berkualitas tinggi, penguatan fundamental keuangan, serta transformasi perusahaan.
Di tengah tantangan industri dan dinamika ekonomi global, PARADISE INDONESIA berhasil mempertahankan tren pertumbuhan yang konsisten selama lima tahun terakhir. Hal ini dicapai dengan terus menghadirkan proyek-proyek strategis yang memperkuat basis pendapatan jangka panjang.
Momentum positif tersebut ditandai dengan peresmian 23 Semarang Shopping Center pada tanggal 13 Juni 2026. Pusat gaya hidup modern ini menjadi bagian dari kawasan mixed-use terintegrasi di Kota Semarang. Kehadiran proyek ini tidak hanya memperluas portofolio komersial Perusahaan, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Efek ganda ini tercipta melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas usaha lokal, serta keterlibatan lebih dari 50 tenant UMKM dan brand lokal.
Prinsip Keberlanjutan dan ESG
Selain berfokus pada bisnis, 23 Semarang Shopping Center juga mengimplementasikan teknologi energi terbarukan melalui pemanfaatan sistem panel surya berkapasitas hingga 1,86 MWp yang dipasang pada area atap dan kanopi kawasan. Sistem ini diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 2,6 juta kWh energi bersih pada tahun pertama operasional dan berkontribusi terhadap sekitar 23,5% kebutuhan energi kawasan tersebut.
Langkah ini sejalan dengan komitmen PARADISE INDONESIA yang terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) ke dalam operasional dan pengembangan setiap proyek. Perusahaan secara konsisten menerapkan konsep green building, efisiensi energi, pengelolaan limbah dan air, pemberdayaan masyarakat sekitar, serta penguatan tata kelola perusahaan yang baik. Fokus keberlanjutan ini selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) PBB.
Rekam Jejak dan Pendapatan Berulang (Recurring Income)
Konsistensi pertumbuhan INPP tercermin dari rekam jejak pengembangan portofolio yang masif selama lima tahun terakhir. Ekspansi tersebut meliputi kawasan beachwalk Shopping Center dan akuisisi Antasari Place pada tahun 2021. Kemudian berlanjut dengan penguatan segmen hospitality melalui YELLO Hotel dan Aloft Hotel pada 2022, hingga peluncuran 31 Sudirman Suites di Makassar pada 2023.
Pada tahun 2024, perusahaan memulai operasional Hyatt Place Makassar dan serah terima Antasari Place. Ekspansi ini terus berlanjut hingga peluncuran Citadines Antasari Jakarta pada 2025 yang semakin memperkuat basis pendapatan berulang Perusahaan.
Salah satu keunggulan utama PARADISE INDONESIA adalah dominasi pendapatan berulang (recurring income) yang menjadi pondasi utama ketahanan bisnis. Perusahaan menargetkan kontribusi pendapatan berulang ini tetap terjaga kuat di atas 75% dari total pendapatan pada tahun 2026.
Pada 2025 lalu, INPP juga telah menjalin kerja sama strategis dengan Hankyu Hanshin Properties, salah satu pengembang properti terkemuka asal Jepang. Kepercayaan pasar terhadap fundamental Perseroan semakin kokoh yang tercermin dari keberhasilan penerbitan obligasi perdana senilai Rp500 miliar dengan peringkat idAAA(cg) dari lembaga PEFINDO pada tahun 2025.
Fase Pertumbuhan Berikutnya dan Susunan Direksi Baru
Seiring bertambahnya portofolio aset komersial, Perusahaan melakukan penyesuaian susunan Direksi dan Dewan Komisaris berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 18 Juni 2026. Dalam susunan manajemen baru tersebut, Andri Hadi ditunjuk sebagai Presiden Direktur menggantikan Anthony Prabowo Susilo yang kini mengemban amanah sebagai Presiden Komisaris.
“Dengan kombinasi pengalaman manajemen yang solid dan portofolio aset yang terus berkembang, PARADISE INDONESIA optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan yang telah terbangun selama beberapa tahun terakhir dan telah menjadi rekam jejak Perseroan dalam menjaga konsistensi realisasi proyek, memperkuat kualitas pendapatan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan”, ujar Presiden Direktur PARADISE INDONESIA, Andri Hadi.
Dari sisi kinerja keuangan, perusahaan mempertahankan rasio Net Debt to Equity (Net DER) yang sangat rendah di level 0,21x. Keberhasilan operasional yang solid ini juga tercermin dari raihan EBITDA Kuartal I-2026 yang meningkat 20% menjadi Rp100,67 miliar, serta catatan historis pendapatan neto akhir tahun 2025 yang tumbuh pesat 32,9% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) mencapai Rp1,74 triliun.
Wakil Presiden Direktur PT Indonesian Paradise Property Tbk, Surina, turut memberikan komentarnya terkait fundamental kuat perusahaan.
“PARADISE INDONESIA telah membangun pondasi pertumbuhan yang kuat melalui kombinasi portofolio aset berkualitas, recurring income yang dominan, neraca yang sehat, dan disiplin eksekusi proyek. Dengan dukungan tim manajemen yang diperkuat serta proyek-proyek baru yang mulai beroperasi, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, pelanggan, mitra usaha, dan masyarakat,” pungkas Surina.
