Inovasi Mahasiswa Vokasi UI Ajak Ibu Rumah Tangga Depok Olah Limbah Domestik
Mahasiswa Vokasi Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi dengan warga Mampang, Kota Depok, meluncurkan gerakan KU-ANGAN guna menjaga kualitas air dan tanah melalui pengolahan limbah rumah tangga.
Foto: Dok. Humas UI
LensaDepok.com – Mahasiswa Vokasi Universitas Indonesia (UI) melalui Himpunan Mahasiswa Administrasi Keuangan dan Perbankan (HIMAKUPA) bersama puluhan warga RW 02 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, sukses menggaungkan gerakan pelestarian lingkungan hidup.
Bagi kebanyakan orang, pelestarian lingkungan umumnya dilakukan melalui cara penghijauan. Namun, para mahasiswa UI di sini mengambil pendekatan berbeda dengan mengajak ibu rumah tangga untuk menjaga kualitas air dan tanah melalui cara yang sederhana namun berkelanjutan.
HIMAKUPA secara khusus menginisiasi gerakan bertajuk “KU-ANGAN” atau HIMAKUPA Aksi Membangun Lingkungan 2026. Program ini hadir sebagai suatu langkah nyata dalam menjaga kualitas air dan tanah di kawasan Depok melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Cara kami menjaga lingkungan bukan hanya melalui penghijauan saja, menjaga kualitas air dan tanah juga sama pentingnya demi kelestarian bumi. Mari kita mulai dari langkah kecil di sekitar kita untuk meminimalisir dampak kerusakan lingkungan,” ujar Ketua Pelaksana KU-ANGAN 2026, Bintang Azzahra, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema ‘Bersih dari Alam, Manfaat untuk Kehidupan’ dengan jargon ‘Aksi Lokal, Dampak Global’ ini diawali dengan sesi edukasi mengenai ancaman pencemaran lingkungan akibat limbah domestik dan penggunaan bahan kimia rumah tangga.
Peserta diajak untuk memahami keterkaitan erat antara aktivitas sehari-hari dengan kondisi lingkungan, serta pentingnya membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap alam.
Praktik Sabun Ramah Lingkungan dan Pupuk Cair
Bintang mengungkapkan, kegiatan utama dalam gerakan KU-ANGAN ini adalah praktik pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan berbahan alami, yakni dengan memanfaatkan ekstrak daun pandan dan jeruk nipis.
“Selain aman bagi lingkungan, sabun ini mudah diproduksi secara mandiri dan berpotensi membuka peluang usaha rumahan,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, peserta juga dikenalkan pada inovasi sederhana berupa pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang berasal dari sampah organik rumah tangga. Dengan memanfaatkan galon bekas sebagai alat fermentasi, para warga belajar mengolah sisa sayuran dan kulit buah menjadi pupuk yang sangat bermanfaat bagi tanaman.
“Praktik ini menjadi contoh nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular yang berkelanjutan di tingkat komunitas,” tambah Bintang.
Implementasi Tridarma dan SDGs
Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan Vokasi UI, Wahyu Nofiantoro, menjelaskan bahwa KU-ANGAN merupakan wujud nyata dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.
Program KU-ANGAN juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada Poin 6 yakni Air Bersih dan Sanitasi Layak yang diwujudkan melalui upaya menjaga kualitas air dari pencemaran limbah domestik; Poin 12 yakni Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali limbah rumah tangga; serta Poin 13 yakni Penanganan Perubahan Iklim melalui praktik pengelolaan limbah yang adaptif di tingkat komunitas.
“Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kualitas lingkungan adalah tanggung jawab bersama, sekaligus melatih mahasiswa menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata dan kontinu,” jelasnya.
Inisiasi gerakan KU-ANGAN sukses menunjukkan bahwa solusi penanganan krisis lingkungan dapat dimulai dari lingkup komunitas dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada. Semangat gotong royong, kreativitas, dan kepedulian bersama menjadi fondasi kuat menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Universitas Indonesia dalam menghadirkan SDM yang melek pelestarian lingkungan serta sigap menelurkan dampak positif bagi masyarakat luas.
Salah seorang peserta kegiatan KU-ANGAN, Aliyah, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap pelaksanaan program pemberdayaan ini yang dinilai memberikan manfaat sangat nyata bagi masyarakat Mampang.
“Kami senang mendapat ilmu yang bermanfaat untuk keluarga dan lingkungan. Membuat sabun dari bahan lokal bisa menambah penghasilan, sementara limbah dapur bisa diolah jadi pupuk yang berguna,” tandasnya.
