Momen Hangat Supian Suri Makan Semeja dengan Sesepuh Kaum Depok di Festival Heritage
Perayaan HUT ke-312 Kaum Depok menjadi saksi momen penuh kehangatan saat Wali Kota Supian Suri duduk makan semeja dengan para sesepuh keturunan 12 Marga Belanda-Depok.
Foto: Dok. Nur Aprida Sani/Diskominfo Depok
LensaDepok.com – Momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-312 Kaum Depok yang dirangkai dengan Festival Heritage Depok Lama menjadi sarana untuk mendekatkan ikatan emosional antara pemerintah daerah dan warga keturunan Belanda-Depok.
Halaman Gedung SMP Kasih yang berlokasi di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, menjadi saksi sejarah kedekatan antara Wali Kota Depok, Supian Suri, Ketua Tim Pembina PKK, Siti Barkah Hasanah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perangkat daerah dengan para sesepuh dan anak keturunan 12 Marga yang dibentuk oleh Cornelis Chastelein.
Pada momen hangat tersebut, mereka tampak duduk semeja menikmati hidangan khas yang kerap disantap saat perayaan ulang tahun Kaum Depok maupun Hari Raya Natal. Nasi uduk, makaroni panggang, perkedel bakar, hingga aneka kue basah dan kering telah berjejer tersaji rapi di hadapan mereka.
“Pak Wali Kota bisa duduk bersama orang tua kami, makan satu meja, ini merupakan suatu kebanggaan karena momen seperti ini memang yang kami tunggu dan inginkan,” ujar Ketua Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), Revelino Isakh.
Selain menyantap dan berbagi hidangan dengan para sesepuh Kaum Depok, komunikasi juga terjalin dengan sangat hangat saat momen dialog terbuka antara kedua belah pihak.
Oma Thea, salah satu istri dari keturunan marga Jonathans, mengaku bahwa perayaan HUT Kaum Depok tahun ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam baginya. Menurutnya, Kota Depok di bawah kepemimpinan Supian Suri dan Chandra Rahmansyah sangat menaruh perhatian besar serta merangkul Kaum Depok untuk bersama-sama mewujudkan Depok yang maju.
“Ini surprise (kejutan) yang tidak terpikirkan sebelumnya. Kita punya Wali Kota yang sangat peduli dengan sejarah, tidak membedakan suku, budaya, maupun agama, tetapi Pak Supian Suri merangkul kami menjadi satu keluarga yang bersatu untuk Depok dan Indonesia,” ungkap Oma Thea penuh haru.
