Kagumi Produk UMKM Depok, DPRD Banten Berencana Terapkan Konsep Gerai di Tangerang Raya
DPRD Provinsi Banten melakukan kunjungan kerja ke Dekranasda Kota Depok untuk mempelajari inovasi pengolahan limbah UMKM dan strategi pemasaran produk lokal.
Foto: Dok. Diskominfo Depok
LensaDepok – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten melakukan kunjungan kerja ke Kota Depok untuk mempelajari pengembangan industri kreatif, pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta strategi memperluas pemasaran produk lokal.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Iip Makmur, bersama jajaran anggota Komisi II. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, atau yang akrab disapa Cing Ikah.
Apresiasi Inovasi dan Olah Limbah Plastik
Iip Makmur mengatakan, kunjungan kerja ini menjadi kesempatan berharga bagi pihaknya untuk melihat secara langsung berbagai kreativitas yang dikembangkan oleh masyarakat Kota Depok. Ia mengaku sangat terkesan dengan inovasi para pelaku UMKM Depok, terutama dalam mengolah berbagai limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Saya merasa bahagia sekali karena kunjungan kerja kami diterima langsung oleh Ibu Wali Kota. Ini satu kebahagiaan, satu kebanggaan dari kami,” ujar Iip usai mengunjungi Sekretariat Dekranasda Kota Depok, Jumat (04/09/26).
Menurutnya, Kota Depok memiliki tantangan tersendiri sebagai daerah dengan kepadatan penduduk tinggi dan luas wilayah yang relatif terbatas. Namun, keterbatasan tersebut justru terbukti mendorong masyarakatnya untuk terus berinovasi.
“Depok ini penduduknya padat, wilayahnya mohon maaf tidak terlalu luas, akan tetapi masyarakatnya punya kreasi. Kreativitasnya luar biasa,” katanya.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian rombongan adalah pemanfaatan limbah kantong plastik atau kresek menjadi ragam produk kerajinan bernilai jual. Inovasi ini dinilai membuktikan tingginya kreativitas warga Depok dalam mengolah barang tidak terpakai menjadi produk yang memiliki daya saing pasar.
Studi Tiru Pemanfaatan CSR dan Gerai Publik
Selain inovasi produk, Iip juga menyoroti langkah strategis Dekranasda Kota Depok dalam membangun kolaborasi lintas sektor, termasuk penyediaan gerai produk UMKM di pusat perbelanjaan dan fasilitas publik. Pola ini dinilai sangat relevan untuk diterapkan di Banten, khususnya kawasan Tangerang Raya yang dipenuhi pusat perbelanjaan dan kawasan industri.
“Ini studi tiru Banten yang terus terang saja punya banyak mal di Tangerang Raya. Mudah-mudahan bisa memberikan pengetahuan baru bagi Banten,” tuturnya.
Iip menekankan bahwa pengembangan industri kreatif membutuhkan komitmen dan keberpihakan dari pemerintah daerah, terutama dalam membuka akses pasar. Ia mengapresiasi kejelian Dekranasda Kota Depok dalam memanfaatkan program corporate social responsibility (CSR) perusahaan untuk menyediakan sarana promosi produk lokal secara berkelanjutan.
“Kolaborasi yang dilakukan oleh Ibu Ketua Dekranasda, Ibu Wali Kota, salah satunya adalah dengan memanfaatkan CSR-CSR yang ada. Salah satunya ada gerai dari Bank Jabar Banten, kemudian juga ada gerainya di perusahaan-perusahaan lain,” jelasnya.
Menurut Iip, keberadaan gerai produk lokal di pusat perbelanjaan maupun instansi pelayanan publik merupakan langkah promosi yang sangat efektif bagi masyarakat maupun tamu dari luar daerah.
“Termasuk salah satunya membuka gerai di DPRD, membuka gerai di PDAM, di layanan-layanan publik agar masyarakat Depok atau yang berkunjung tahu, oh ini hasil kreasi masyarakat Depok,” ujarnya.
Ia berharap berbagai praktik baik yang diperoleh selama kunjungan ke Depok dapat diterapkan di Banten sesuai karakteristik wilayahnya. Kawasan urban seperti Tangerang Raya membutuhkan penguatan sektor kreatif, sementara wilayah Lebak, Pandeglang, dan Serang fokus pada optimalisasi potensi pertanian, perikanan, serta kelautan.
“Harapan kami, Depok semakin sejahtera, Depok semakin maju, dan masyarakatnya bahagia dunia akhirat,” tandas Iip.
