Rekonstruksi Jalan Enggram Sawangan Dimulai, Warga Beri Dukungan Penuh
Rekonstruksi Jalan Enggram yang menjadi bagian dari proyek Jalan Alternatif Sawangan resmi dimulai. Warga diimbau untuk mematuhi rekayasa lalu lintas demi kelancaran pembangunan.
Foto: Dok. Diskominfo Depok
LensaDepok.com – Proyek rekonstruksi Jalan Enggram yang menjadi bagian krusial dari pembangunan Jalan Alternatif Sawangan terus mendapatkan dukungan positif dari masyarakat setempat.
Meski selama pengerjaan diberlakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan sementara Jalan Enggram untuk kendaraan umum, warga menilai bahwa langkah taktis tersebut sangat diperlukan demi kelancaran pembangunan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kelancaran mobilitas.
Selama masa pekerjaan yang ditargetkan berlangsung hingga 6 Desember 2026 mendatang, arus kendaraan dari arah Bojongsari menuju Simpang Parung Bingung, Jalan Raya Margonda, dan Meruyung dialihkan melalui Jalan Raya Muchtar. Sementara itu, kendaraan dari arah Simpang Parung Bingung menuju Bojongsari juga diarahkan untuk melalui jalur alternatif yang sama.
Salah seorang warga RT 001 RW 005 Kelurahan Bojongsari, Doelkodir, mengaku sangat memahami adanya penutupan sementara jalan selama proses rekonstruksi infrastruktur ini berlangsung.
“Kami memahami selama proses rekonstruksi Jalan Enggram ada penutupan jalan sementara yang mungkin sedikit mengganggu aktivitas masyarakat. Namun, kami melihat ini sebagai bagian dari proses pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, masyarakat memang perlu sedikit bersabar. Setelah seluruh tahap pembangunan ini selesai, kondisi jalan dipastikan akan menjadi jauh lebih baik dan diharapkan mampu menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan menahun di kawasan Sawangan.
Senada dengan pernyataan tersebut, Ketua LPM Kelurahan Sawangan Baru, Widodo, turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tertib mematuhi rekayasa lalu lintas dan menggunakan jalur alternatif yang telah dipersiapkan oleh pihak berwenang.
“Penutupan Jalan Enggram sementara tentu menjadi konsekuensi dari pekerjaan rekonstruksi yang sedang berjalan. Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan dan menggunakan jalur alternatif yang tersedia,” tuturnya.
Ia menilai bahwa rekonstruksi Jalan Enggram merupakan sebuah langkah strategis dan penting dari pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, sekaligus mendukung upaya sistematis dalam mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah Sawangan sekitarnya.
