Tak Akan Beri Toleransi, Lurah Pondok Petir Bakal Tegur Warga yang Masih Bakar Sampah
Lurah Pondok Petir, Rengga Nugraha Rojali, dengan tegas melarang warganya melakukan pembakaran sampah dan mengimbau agar pengelolaan sampah dimulai dari tingkat rumah tangga.
LensaDepok.com – Lurah Pondok Petir, Rengga Nugraha Rojali, mengingatkan seluruh warga agar tidak membakar sampah karena kebiasaan tersebut bukan merupakan solusi dalam penanganan sampah dan sangat dilarang, apa pun alasannya.
Menurut Rengga, pembakaran sampah justru menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Asap yang dihasilkan dapat mencemari udara, sedangkan abu sisa pembakaran berpotensi beterbangan dan mengganggu kenyamanan warga di sekitarnya.
“Apapun alasannya, sampah tidak boleh dibakar. Asap yang ditimbulkan dapat memicu polusi udara, sedangkan abu sisa pembakarannya bisa beterbangan dan mengganggu kenyamanan warga,” ujar Rengga, Rabu (8/7/2026).
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi praktik pembakaran sampah. Warga yang masih melakukannya akan diberikan teguran, bahkan dapat dikenai tindakan lebih lanjut apabila tetap mengabaikan peringatan yang telah diberikan.
Pilah Sampah dari Rumah
Sebagai langkah jangka panjang, Rengga mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah yang benar dengan melakukan pemilahan sejak dari rumah tangga. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik.
“Banyak keuntungan yang didapat dari kegiatan pemilahan sampah. Tinggal bagaimana masyarakat mau memulai dari rumah tangga dan lingkungannya masing-masing,” katanya.
Rengga menambahkan bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah akan terus dilakukan kepada masyarakat. Dalam setiap kesempatan bertemu warga, Pemerintah Kelurahan Pondok Petir selalu mengingatkan pentingnya mengelola sampah secara bijak demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
“Melalui upaya ini diharapkan kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga kebiasaan membakar sampah dapat ditinggalkan dan digantikan dengan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan,” tandasnya.
