Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah: Rantai Pasok Pangan Kunci Keberhasilan MBG

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus mematangkan kesiapan ekosistem rantai pasok bahan baku pangan guna mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

0wRKYpYtopg6NBo8OJ2a3WwXeeOiPFzQwDYmw53f

Foto: Dok. Indri/Diskominfo Depok

LensaDepok.com – Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, mengungkapkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat penting dalam membangun rantai pasok bahan baku pangan yang kuat, aman, berkualitas, dan berkelanjutan guna mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Ekosistem Rantai Pasok Bahan Baku Pangan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program MBG yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia di Aula Edelweis Lantai 5, Gedung Balai Kota Depok, Rabu (8/7/2026).

“Pertemuan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem rantai pasok pangan untuk program MBG,” ujarnya.

Chandra menjelaskan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh operasional dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi juga bergantung pada ketersediaan bahan baku pangan yang terjamin.

Rantai pasok bahan baku pangan harus dipastikan dari sisi kualitas, kuantitas, keamanan, kontinuitas pasokan, hingga keterjangkauan harga. Pasalnya, semua itu menjadi faktor penting agar pelaksanaan MBG dapat berjalan dengan optimal.

Berdayakan Pelaku Usaha Lokal

Menurut Chandra, pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, pelaku usaha, UMKM, BUMD, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menyukseskan program MBG ini.

Lebih lanjut, Chandra menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berkomitmen mendukung percepatan Program MBG melalui penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, pendampingan kepada SPPG, serta mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal.

“Harapannya, melalui pertemuan ini tidak hanya menghasilkan kesamaan pemahaman penguatan rantai pasokan bahan baku pangan, tetapi juga menghasilkan langkah konkret agar program MBG berjalan optimal,” tutupnya.