Warga Cipayung dan Pasir Putih Sumringah, Akses Jembatan Mawar Depok Akhirnya Normal Kembali

Jembatan Jalan Mawar di perbatasan Cipayung dan Pasir Putih, Depok, kembali dapat dilalui setelah dinormalisasi Pemkot Depok. Warga menyambut gembira karena tidak perlu lagi memutar arah hingga 30 menit.

d0c7cm6PoBqofFHZMn09V0crabwFVmeasmyOa4E2

Foto: Dok. Diskominfo Depok

LensaDepok.com – Warga di kawasan perbatasan Kecamatan Cipayung dan Pasir Putih, Kota Depok, kini dapat kembali bernapas lega. Jembatan Jalan Mawar yang sempat lumpuh total akhirnya kembali dapat dilalui setelah tuntas dinormalisasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Akses vital yang menghubungkan wilayah Pasir Putih dan Bulak Barat tersebut sebelumnya terpaksa ditutup dan tidak dapat dilalui selama kurang lebih tiga tahun akibat parahnya dampak hantaman banjir.

Murodi, warga Kampung Perigi, Kelurahan Pasir Putih, menjadi salah satu warga yang paling menyambut baik dibukunya kembali akses penghubung ini. Menurutnya, kehadiran kembali jembatan ini memangkas waktu mobilitas warga yang sebelumnya harus bersusah payah memutar arah.

“Alhamdulillah sudah bisa lewat sekarang. Kondisinya juga sudah jauh lebih baik dan kondusif untuk saat ini. Mudah-mudahan ke depannya bisa terus terjaga, jadi warga setempat tidak bingung dan tidak kesulitan lagi kalau mau lewat sini,” ujar Murodi saat ditemui, Senin (24 Agustus 2026).

Ia berharap akses penyeberangan ini dapat terus berfungsi normal, terlebih saat memasuki musim hujan. Murodi juga tak lupa mengajak warga sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan di sekitar bantaran jembatan.

“Terima kasih Pemkot Depok atas normalisasi Kali Pesanggrahan dan perbaikan jembatan ini. Mudah-mudahan bisa terus berfungsi optimal dan membawa manfaat besar bagi para pengguna jalan,” imbuhnya.

Warga Sempat Harus Memutar 30 Menit

Sementara itu, Ketua RW 08 Cipayung Jaya, Muhidin, mengenang bahwa jalur dan jembatan tersebut sudah lumpuh total sejak tahun 2022 silam. Kelumpuhan infrastruktur ini terjadi setelah Kali Pesanggrahan kerap meluap ekstrem hingga merendam badan jalan dan jembatan dengan ketinggian air mencapai dua hingga tiga meter.

“Alhamdulillah sudah beberapa hari belakangan ini bisa dilewati kembali. Warga menyambutnya dengan rasa gembira luar biasa karena jalan ini aktif lagi. Sebelumnya, kalau mau ke Pasir Putih, kami harus memutar lewat Tanah Merah yang menghabiskan waktu sekitar 20 sampai 30 menit,” ungkap Muhidin.

Kendati akses sudah kembali dibuka, Muhidin menitipkan harapan agar program normalisasi Kali Pesanggrahan ke depannya dapat terus digenjot secara maksimal. Tujuannya agar aliran air di bawah jembatan mengalir lancar dan tidak lagi memicu genangan di badan jalan.

“Harapan saya mewakili warga, aliran kali ini bisa dinormalisasi secara maksimal supaya debit airnya bisa lebih turun di bawah jembatan. Semoga ke depannya infrastruktur lingkungan kita jadi jauh lebih baik lagi,” tutupnya.